Jumat, 04 April 2014

Chapter 1 : Gemercik Cinta Dalam Mitos



Gemercik Cinta 
 
Dalam Mitos





CUAP-CUAP PENULIS

Selamat Siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
        Aku senang sekali, karena akhirnya aku bisa menyelesaikan cerpen pertamaku ini sebagai tugas sekolah. Awalnya aku tidak berniat membuat cerpen dengan tema percintan, melainkan pengorbanan. Namun, karena cerpen yang kubuat dengan tema pengorbanan tidak berjalan mulus, maka enam hari sebelum tugas ini di kumpul aku membuat cerpen baru dengan susah payah dan terburu-buru, dan inilah DIA..!!!
          Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukungku dalam pembuatan cerpen ini, khususnya Rey yang telah suka rela mencetakkan cerpenku ini. Dan aku juga ingin berterimakasih kepada ibu guru yang telah memberikan tugas ini, semoga nilaiku baik, hehehe.
Tapi tanda terima kasihku yang terbesar adalah pada ayahku yang telah membelikan aku print setelah aku memberitahu bahwa ‘aku tidak tahu dimana akan print tugas cerpenku ini’. Walaupun printnya datang terlambat, tapi aku sangat senang. Terima kasih PAPA!!
         Dan yang terakhir, terima kasih bagi yang membaca cerpenku ini, semoga kalian terhibur walau hanya sedetik.
Luh Putu Suci Vandasari.

SOAL TRY OUT NASIONAL STIS - PENGETAHUAN UMUM -





SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK
BADAN PUSAT STATISTIK


SOAL TRY OUT NASIONAL
UJIAN SARINGAN MASUK PROGRAM D-IV
TAHUN AKADEMIK 2012/2013

MINGGU, 04 MARET 2012



PENGETAHUAN UMUM
90 MENIT



PETUNJUK
·         Di bawah ini setiap soal dicantumkan 5 kemungkinan jawaban yang masing – masing diberi kode A, B, C, D, E. Gunakan pensil 2B untuk menghitamkan lingkaran yang berisi kode jawaban yang Saudara anggap benar pada Lembar Jawab Komputer (LJK). Harap diperhatikan, hanya lembar jawaban yang dikumpulkan, sedangkan soal bisa dibawa pulang.
·         Nilai jawaban tiap soal :
3 untuk jawaban BENAR
0 untuk TIDAK ADA JAWABAN
-1 untuk jawaban SALAH, termasuk jawaban lebih dari Satu.
·         Contoh pengisian lembar jawab komputer  :



Kamis, 03 April 2014

Chapter 1 : THE GUARDIAN



“ THE GUARDIAN “

Created by Suci.
Chapter 1. 

Pagi cerah seperti biasa. Pagi membosankan seperti biasa. Entah apa lagi yang lebih membosankan dari pada kehidupannya saat ini. Bangun tidur, membersihkan tempat tidur, menyapu di dalam rumah, mandi, bersiap ke sekolah, minum susu, berangkat. FLAT.
Tapi entah kenapa hari ini jauh lebih membosankan bagi Chyca, di rumah membosankan sekolah lebih parah. Satu hari ini nggak ada guru masuk ke kelasnya XI IPA 1. Yang bisa di lakukannya adalah melipat tangan di atas meja dan meletakkan kepalanya di atas sana. Tidur. Tapi, belum sempat matanya terpejam merangkai hayalan tingkat dewa, seseorang memanggilnya.
“Chy…..!!!! bangun, ayo bangun, banguuunn!!!!”
“ Apaan sih Sy??? Gue mau tidur nih!!!
“ Tidurnya entar aja, mau pindah kelas nih. Angkat meja dan kursi bawa ke kelas sebelah” Sysi sahabatnya yang rada heboh ini emang keseringan bangunin Chyca.
“ Hah?” Tanya Chyca nggak ngeh.
“ Aduh! Hari ini pindah kelas, karena kelas kita mau di renovasi selama 3 bulan. Jadi selama itu kita harus numpang di kelas lain. Ngerti??? Kalo udah ngerti, angkat bangku lo” jawabnya nggak sabar
“ Busyet!!!” Chyca dengan cepat merapikan buku-bukunya yang berserakkan di mejanya.
Akhhirnya, ada juga kegiatan yang dilakukannya hari ini. Hampir aja kaki Chyca hancur saking beratnya tuh meja yang dia bawa. Badan kecil mau sok-sok angkat meja.
Oke sebelum melangkah lebih jauh. Kenalin tokoh utama kita. Chyca Andrea Krana. Ketua OSIS SMAN 2 Bandung. Cantik sih nggak, jelek juga nggak. Biasa aja, tapi di atas rata-rata. Yang bikin dia terkenal sih karena otak dan stylenya yang oke. Bokap and nyokapnya guru di SMA 2 Bandung. Yah jadi bonyoknya selalu ngawasin dia, nggak di rumah nggak di sekolah, ribetkan.
Chyca punya 2 sahabat, Uny dan Sysi. Uny orangnya kalem, pinter, ngomongnya lembut banget, kulitnya item tapi cocok kok, jadi item manis, kayak lagu apa gitu. Berikutnya, Sysi. Cabi, pipinya tembem tapi manis, dibilang gendut sih nggak terlalu mendekati sih hehe…
Oke perkenalan selesai, mari kembali ke kelas baru XI IPA 3. Yah, gara-gara renovasi mereka harus pindah sementara. Sebenarnya Chyca cukup populer, banyak yang kenal dia tapi cyca nggak kenal. Nah, di kelas barunya ini, yang dia kenal Cuma beberapa orang aja kayak Isya sepupunya Sysi, dan siapa ya????? Kayaknya Cuma dia deh, yang lainnya cuma kenal wajah.
Chyca duduk bareng Isya karna semuanya udah pada punya pasangan. Jadi dia duduk bertiga bareng Isya dan Nika. Akhirnya temannya bertambah satu orang. Sebenarnya semua jadi canggung karena ada makhluk baru dengan jumlah tidak sedikit yaitu hampir setengah dari IPA 1 bergabung bersama mereka (IPA 3), atmosfirnya jadi aneh.
Hampir semuanya udah saling kenal kecuali manusia yang satu ini. Chyca sama sekali nggak mau kenalan, eh bukan nggak mau ding tapi males ngajak duluan. Untung bel pulang bunyi jadi dengan segera chyca menarik Uny yang lagi ngobrol bareng teman SD-nya dulu. Sebenarnya teman SD-nya Chyca juga tapi nggak deket ya udahlah. Chyca dan Uny satu jalur jadi nggak perlu narik si Sysi  yang lagi ngobrol sama anak cowok nggak dikenal, maksudnya Chyca nggak kenal.
“ Huh….BT nih. Masa tadi gue diplototin kayak gitu sih?? Kita kan Cuma mau numpang 3 bulan, aduh bisa-bisa nggak betah nih” Chyca mengomel  sambil menendang-nendang kaleng.
“ Itu mah bukan diplototin Ca. Mereka cuma mau liat kamu dari deket aja kok” Uny dengan gaya khasnya. Lembut.
“ Ih, emangnya gue apaan??”
“ Soalnya kamu itu terlalu susah dijangkau”
“ Emang gue kelapa susah dijangkau, jelasin sampe gue ngerti dong Uny!!
“ Maksudnya gini. Biasanya kamu kan cuma main bareng  aku atau Sysi  aja, memang sih kamu juga kadang main sama teman yang lain tapi itupun yang deket sama kamu aja kan. Contohnya Dayu IPA 2, kamu main sama dia karena dia teman kamu dari TK. Nah trus kalo selain itu kamu kan seringnya di ruang OSIS, perpus, ruang guru, toilet….
“Tunggu….tunggu…..kok toilet juga sih????
“ Yah soalnya setiap istirahat kamu pasti minta ditemenin ke toilet kan? Jadi toilet masuk daftar tempat yang sering kamu kunjungi”
“ Itu karena system ekskresiku lancar tau” Chyca memajukan bibirnya. Cemberut.
“ Terserahlah. Lanjut…oh ya kantin juga. Itulah kenapa aku bilangnya kamu jauh dari jangkauan. Soalnya kamunya yang nggak mau berbaur. Aku tau kamu males kalo ngobrol sama orang apalagi kalo nggak penting, mending tidur kan? Tapi pergaulan juga penting lho Ca..”
Nasehat demi nasehat terus keluar dari bibir mungil Uny membuat Chyca makin males bergaul kalo gini. Sebenarnya Chyca ngerti sih, tapi malesnya itu lho nggak bisa diajak kompromi. Kadang Chyca mau nyapa orang duluan, atau ngajak kenalan tapi itu juga kalo dia lagi senang atau lagi butuh bantuan. Itu juga mungkin sekali sebulan, saking sedikitnya rasa senangnya soalnya harinya flat terus. Butuh bantuan juga jarang, prinsipnya selama masih bisa walaupun itu kemungkinannya 1% jangan minta bantuan siapapun Usaha dululah. Makanya dia tumbuh jadi anak yang mandiri dan kuat. Bukan kuat tapi sok kuat. Karena kalo nggak bisa dia langsung ngambek atau kalo terlalu susah dia bakal nangis hahaha…

Kegiatan belajar mengajar pun mulai efektif. Kelas baru dan orang-orang baru, tidak membuat Cyca merasa terganggu. Cycha tetap fokus belajar meski orang-orang di kelasnya sekarang selalu memperhatikannya. Bagaimana tidak, Cyca selalu aktif dalam belajar, dan hanya dia yang berani berbicara tanpa ragu dalam kegiatan belajar. Hari demi hari terlewati. Cyca akhirnya dapat berteman dengan beberapa orang dan menjadi akrab. Beberapa diantara mereka adalah yang kata orang cowok terkeren di sekolah kami. Menurut Cyca mereka memang ganteng sih, tapi Cyca tidak memiliki perasaan lebih pada mereka, hanya sebatas teman.
Who knows? Kehidupan Cyca yang flat akhirnya berakhir. Salah satu teman cowoknya yang bernama Edi mendekatinya setiap hari. Cyca pertama mikirnya yah namanya juga teman pasti ingin dekatlah, tapi lama-lama Edi nunjukkin sikapnya yang beda banget sama cewek lain. Tapi Cyca merasa nggak nyaman, dan agak salting. Cyca sebelumnya belum pernah dideketin anak cowok secara intensif kayak si Edi, soalnya teman-teman cowoknya pada segan dan nggak mau dekat sama Cyca. Ini pertama kalinyalah buat Cyca. 


To Be Continued :D

Chapter 1 : The "S" Family Ever



THE "S" FAMILY EVER ^^


Chapter 1. 
 
Brak..!! Bruk..!! Prang..!!
suara gaduh di lantai atas rumah mewah itu mengawali pagi sebuah keluarga yang baru saja pindah dari Australia kemarin ke daerah Bandung ini. Ya, keluarga Pak Samuel atau yang lebih dikenal dengan sebutan “The S Family”. Dari bapak, ibu, anak sampe cucu pun (rencananya) berinisial nama S.
“  Sony, Sany…!!!!! Berisik! Cepat buka pintunya! Teriak Ibu Siska, yang sekarang bergelar Nyonya Samuel.
Pintu terbuka, terpampanglah suatu fenomena yang pastinya membuat mata Nyonya Samuel mendelik kaget + naik darah. Bantal guling berserakan, bola kasti, bola golf, bola basket, bola voli dan segala macam jenis bola dan buku berserakan. Bahkan ada yang tersangkut di atas lemari. Itu belum apa-apa, ketika melihat dua anak kembarnya yang seperti kuntil anak, Nyonya Samuel hampir pingsan. Bagaimana tidak, mereka memakai baju putih milik Papanya yang hampir menenggelamkan tubuh mungil mereka. Rambut mereka acak-acakan, wajah mereka penuh bedak putih dan lipstick di sekeliling lingkaran mata mereka. Benar-benar kuntilnya anak.
“  Morning mom, pagi ma” jawab kedua buah hatinya sambil cengar cengir.
Nyonya Samuel hanya bisa mencak-mencak dengan kedua tangan di pinggang bak model fashion show cuma beda kasus.
“ Apa-apaan ini?? Pagi-pagi udah bikin ribut, ditambah bikin berantakan. Kalian main apa sih? Tanya mamanya gemas sambil mengelap kedua wajah mereka.
“ Main perang-perangan ma” jawab putranya yang bermata kelabu, Sony.
“Trus kenapa pake bedak segala, pake lipstick lagi. Dimana kalian dapat?”
“ It’s your mom” jawab Sany, putrinya yang bermata coklat.
Ibunya hanya bisa geleng-geleng dan menghela nafas. Kedua bocah kecilnya ini selalu membuatnya berdecak. Baik itu decak kagum dan bangga maupun decak kesal seperti saat ini. Kedua anak kembar nya ini, dari segi fisik memang sulit dibedakan. Rambut coklat yang lurus, kulit putih yang sedikit pucat, bibir tipis yang mungil, gigi putih yang rata, tinggi dan berat badan, ukuran sepatu, ukuran baju, sampe ukuran sandal sama semua. Aneh kan padahal beda kelamin, mungkin karena mereka baru mau masuk SMP jadi belum kelihatan bedanya. Tapi kembar belum tentu sama. Mereka memiliki warna mata yang berbeda. Sony memiliki mata berwarna kelabu seperti mata Papanya, dan Sany coklat seperti mata Mamanya. Dari segi sifat dan bakat mereka juga sedikit berbeda. Contoh yang berbeda, Sony berprestasi di bidang akademik dan Sany di bidang olahraga. Sebenarnya kalau dipikir-pikir sih aneh dan ngerasa bakat mereka ketukar, tapi itulah mereka. Makanan, minuman, warna kesukaan, hobi juga beda. Sifat mereka yang sama cuma kalo lagi ada masalah atau stress mereka selalu tidur di luar. Buat tenda seperti kemah dan tidur disana.
“ Ya sudah, sekarang kalian mandi dan bersiap. Kalian akan masuk sekolah baru, jadi siapkan mental dan diri kalian mengerti?”
“ Siap bos, okey Mom” jawab mereka serentak sambil menghormat.
Mamanya hanya tersenyum dan kembali ke dapur. Oh ya satu lagi yang membuat mereka berbeda, bahasa. Samuel Alferdo, ayah mereka yang merupakan orang Prancis tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia, tapi mengerti jika orang lain berbahasa Indonesia. Sedangkan Siska Andreany, ibu mereka merupakan orang Indonesia asli tidak telalu lancar berbahasa Prancis, tapi mengerti jika orang lain berbahasa Prancis. Jadi kedua orang itu disatukan dengan bahasa inggris. Jadilah dampaknya pada ketiga anak mereka. Ketiga?
“ Ma, dimana dasi papa? Papa nyariin terus tuh dari tadi” teriak seorang pemuda dari lantai bawah.
“ Ada di lemari, Sam. Lemari  nomor 2” seru mamanya sambil menuruni tangga.
Pemuda itu  adalah Sam, anak sulung mereka. Yang baru lulus SMP dan akan masuk SMA di tanah kelahiran ibunya. Sam beda 3 tahun dengan kedua adik kembarnya. Tapi dialah penyatu keduanya. Dari segi fisik Sam memiliki rambut hitam nan lembut seperti ibunya dan mata kelabu seperti ayahnya. Sam memiliki segudang prestasi yang mengagumkan baik di bidang akademik maupun ekstrakulikuler. Yang paling unik dari dirinya adalah, kuncir rambutnya yang selalu diikat.
“ Dad, mama bilang dasinya ada di lemari nomor 2”
Oh ya, hampir lupa. Karena beda bahasa itulah akhirnya ketiga anak mereka menguasai bahasa yang berbeda-beda. Tak terkecuali Sam, di menguasai empat bahasa yaitu bahasa Indonesia, Bahasa prancis, bahasa Belanda dan bahasa inggris. Mungkin karena anak pertama jadi penguasaan bahasanya bagus, terlebih lagi dia pernah tinggal setahun bersama neneknya di prancis. Pasti heran kenapa Sam bisa bahasa belanda, padahal tidak ada keluarga mereka yang berdarah belanda. Sebenarnya Sam bercita-cita pergi ke Negara kincir angin itu untuk kuliah nanti, maka sejak SMP dia kursus bahasa Belanda. Lain halnya dengan Sony dan Sany, mereka hanya menguasai satu bahasa. Sony lebih suka berbahasa Indonesia, bukannya dia tidak tahu bahasa inggris atau prancis, dia tahu  walau sedikit-sedikit. Dan karena memang dia lebih dekat pada mamanya. Sany lebih dekat dengan papanya sehingga ia lebih suka berbahasa inggris tapi sama halnya dengan Sony bukan berarti dia tidak bisa bahasa Indonesia atau bahasa prancis.
Ini adalah hari pertama mereka untuk mulai melakukan aktivitas di tempat baru. Sam akan memulai masa SMA-nya di Indonesia bersama kedua adik kembarnya di bangku SMP tentu saja.
“ semuanya,  sarapan sudah siap ayo turun!” seru mamanya dari ruang makan.
“ morning honey” sapa papa dengan senyum memikatnya.
“Pagi sayang, duduklah” jawabnya sambil menuangkan susu.
“ Morning!!!” Sany dengan riang gembira mencium pipi papa dan mamanya, lalu ke kursinya.
“ Mana sony??” Tanya ibunya hera. Karena biasanya mereka selalu turun berdua.
“ Dia lagi pake dasi, dari tadi nggak selesai-selesai, jadi aku turun duluan” jawabnya dengan bahasa inggris yang super lancar.
Tak lama kemudian Sam turun bersama Sony, heran juga tumben keduanya akur. Turun bersama. Jarang-jarang tuh.
“ Sony kata Sany kamu tidak bisa pasang dasi ya..kenapa tidak minta tolong papa saja?” Tanya papanya.
“ Udah bisa kok, dibantu kak Sam tadi” jawabnya malu-malu.
“Tumben kalian akur, ada apa ini?” Tanya mamanya menggoda.
“ Nggak ada apa-apa kok, kasian aja liat dia dari tadi keringetan hanya untuk pasang dasi” jawab Sam yang membuat Sony langsung cemberut.
“ haha….bener  banget tuh Ma, Pa” Sany tertawa kecil.
“ Rese!” Sony makin cemberut diejek begitu, sedangkan Sam dan Sany senyum-senyum jahil. Untuk masalah ngerjain Sony, Sam and Sany selau kompak.
“ok sekarang kita sarapan dulu” kata Mama.
Seperti itulah rutinitas keluarga yang bisa dibilang kecil dan nyaman.

TO BE CONTINUED :D

TP 3 KAL2 : Membuat Grafik 2D Menggunakan Aplikasi MATLAB



Tugas Pendahuluan 3.
PRAKTIKUM
KALKULUS II

OLEH
LUH PUTU SUCI VANDASARI
F1A113054
KELAS A

JURUSAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
2014

TP 4 KAL2 : Membuat Grafik 3 Dimensi Menggunakan Aplikasi MATLAB



Tugas Pendahuluan 4.
PRAKTIKUM
KALKULUS II

OLEH
LUH PUTU SUCI VANDASARI
F1A113054
KELAS A

JURUSAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
2014

TP 4 ALPRO : Membuat Program For...do Menggunakan Aplikasi Turbo Pascal




Tugas Pendahuluan 4.
PRAKTIKUM
ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

OLEH
LUH PUTU SUCI VANDASARI
F1A113054
KELAS A

JURUSAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
2014